Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerita Pendek: Menghadapi Pacar Egois Sampe Kehilangan Pekerjaan

cerita-pendek-pacar-egois



Cerita pendek yang mengisahkan seseorang yang egois, dan perempuannya yang masih labil belum bisa menentukan pendirian, bagaimana kisahnya silahkan disimak cerpennya di bawah ini :

Pacarku yang Egois dan Aku yang Bodoh

Cerita dari : Anggi

Aku sudah pacaran selama 4 tahun, dari awal aku pacaran emang bisa diliat jika aku yg banyak berkorban, mengalah, bahkan ampe berantem terus putus nyambung, tapi selalu aku yg menghubungi dia kembali utk minta maaf…

Bahkan sampai hubungan dia sama orang tuaku ( aku cewek ) kurang baik, aku sama dia selalu menghabiskan waktu bersama-sama, tapi tidak pernah bareng orang tua. Dia pun diajak malam mingguan juga jarang, bahkan hampir ga pernah… Alasannya dia gak bisa padahal cuma basa basi.

Karena aku dan dia punya dunia yg berbeda, aku anak anak rumahan yang jarang keluar rumah, gak punya banyak ilmu untuk berbagi juga… Sedangkan dia anak gaul, bahkan mantan narkoba dulunya, jadi kita cocok, saling berbagi cerita, bukan berbagi narkoba lho ya…

Waktu terus berjalan selama kurang lebih 2 tahun, akhirnya dia resign gak kerja dengan alasan harga dirinya dijatuhin abis sama boss-nya yg emang waktu itu saya kenal juga, memang freak. Selama 1 tahun dia menganggur, selama itu juga saya yg menyokong kehidupannya.

Mulai dari bayar Listrik dirumah , (keluarganya waktu itu ada ayahnya yg sudah tua, gak kerja, kakaknya, kerja tapi penghasilan nya pas-pasan, dan seorang pembantu ) sampai utk makan… Karena dulu waktu dia masih kerja, dialah satu-satunya tulang punggung keluarga.

Kemudian saya mendengar berita tentang bisnis online di komputer dari dia, namanya Swiss Cash, dia menawarkan ini padaku, sayapun tertarik, kemudian menanamkan modal kalau gak salah hampir 7 jutu.

Begitu juga dengan dia, tapi dalam jumlah yang kecil, Begitu pula dengan ayahnya yg ternyata masih punya simpanan sedikit untuk di pakai bisnis ini, Selama kurang lebih 6 bulan ternyata terdengar kabar Swiss Cash scam,  Membawa kabur semua uang kami,  Astagfirulah...

Kami hanya bisa pasrah, padahal uang itu sangat kami harapkan utk modal kami menikah nanti… Apalagi saya dengar ayahnya ternyata sampai menjual rumah yang sekarang ditinggali utk ikut bisnis ini… Kami hanya bisa berdoa, berharap Allah mengampuni dosa yg telah kami perbuat hingga musibah ini sampai diturunkan…

Setahun kemudian, alhamdulillah dia mendapatkan pekerjaan, walau gajinya kecil, tapi dia jalani… Krn gajinya kecil, dia masih suka butuh pertolongan saya utk modal, biarpun hanya sekedar ongkos jalan, Sy ikhlas menolongnya.

Kurang lebih 1 tahun berlalu selama dia bekerja di tempat yg baru, tiba-tiba ayahnya meninggal dunia karena sakit jantung… Dia shock dan sangat terpukul, apalagi begitu ayahnya sudah gak ada, rumah yg dia tinggali dalam waktu dekat akan diambil oleh pemiliknya… Dia benar-benar terpuruk waktu itu, krn kedua orang tuanya meninggal dan dia harus tinggal dimana pun juga gak tau saat ini… Saat itu saya terus berada di dekatnya, menghibur, menolong semampu yg sy bisa sampai kira-kira dia kuat kembali…

Selama dia shock, dia sering marahin saya karen hal-hal yang sepele, Semisal, jika saya gak bisa datang untuk menemaninya di rumahnya, perlu diketahui, sejak kejadian itu dia makin sering ga ke rumahku utk bertandang sama orang tua dirumah, dengan alasan dia masih sedih, saya terima saja karen niatnya memang kasihan… Sy ke rumahnya dia setiap hari Sabtu dan Minggu, sebab jika hari lain kerja dan dia punkerja.

Tapi anehnya, dia suka marah jika misalkan saya berhalangan datang ke rumahnya, katanya sy udah gak peduli dia lagi. Bahkan sampe putus hubungan segala karena akupun juga gak bisa terima dengan kemarahannya Namun ketika saya marah, hubungan kami malah makin buruk yg dirasakan, akhirnya mengalah dan minta maaf.

Bahkan di saat hari-hari kerja dia sering sakit dan mengharapkan sy datang ke rumahnya pulang dari kantor… Tapi sy jalani juga, karena sayang dan kasihan sm dia.

Kami menjalani ini selama kurang lebih 2 tahun… Akhirnya tiba keinginan kami utk menikah, dia datang ke rumah dengan bermaksud melamar , tapi ditolak mentah-mentah sama ayah. Ya Akupun berpikir juga ya iyalah, dia jarang ke rumah, masa ujug-ujug datang ke rumah utk minta anaknya, ya stupid namanya, 

Kembali lagi sy bilang sama dia bersabar, kuberi saran utk sering-sering bertandang ngobrol sama orang tuaku, Namun dia gak jalani, malah saya yang terus-terusan ke rumahnyanya. Mungkin emang salahku juga terlalu manjain dia.

Akhirnya setelah kami gak sabar karena ingin menikah tapi ayah masih ga setuju, ayah mengeluarkan syarat yaitu dia harus diperiksa kesehatannya, karna dia dulunya bekas mantan narkoba jadi ayah kuatir. Akhirnya kami berdua periksa… Ternyata dia mengidap penyakit positif Hepatitis C yang nilainya udah tinggi sekali…

Kami berusaha mencari tahu seputar Hep C ini, bagaimana efeknya terhadap pasien, sy dan anak kami kelak nanti… Kami sudah mendapat info dr seorangg dokter di RSCM, ternyata virus itu hanya menular melalui kontak darah dan jarum suntik, selain dari itu gak masalah, bahkan kami dianjurkan untuk menikah saja…

Dengan gembira, kami kembali mendatangi ayah sy utk menyampaikan berita ini, tapi ayah menampik semua itu… Beliau ga percaya dan ga setuju. Kami kelimpungan dan stress berat. Disaat itu bahkan dia terlihat lebih sakit dari yg sebelumnya, karena hatinya sudah banyak mendapatkan kekecewaan…

Disaat seperti itu kami memutuskan utk memindahkan dia dari rumah yang memang sudah bukan miliknya lagi itu. Kami mencari rumah kontrakan, alhamdulilah ada dan segera kami mengurusi perpindahannya. Lebih tepatnya lagi kalau saya sendiri yg mengurus semuanya, karena saat itu dia sakit, ga bisa bangun pagi-pagi, sedangkan semua urusan perpindahan waktu itu harus diurus pagi. sy ikhlas melakukannya.

Selama kurang lebih setahun kami stress krn tidak bisa menikah, Bahkan pekerjaan sy pun kena imbasnya, akhirnya ditawarkanlah cuti selama 6 bulan untuk mengurusi urusanku yang gak kunjung selesai. diambilah cuti itu, lalu akhirnya tinggal dirumah, mengurusi dia dengan mencucikan baju-bajunya, kadang memasak makanan, membersihkan kontrakannya jika dia pergi kerja.

Yang kadang aku ga terima, di saat kondisi pengorbanan aku yg udah begini besarnya, dia masih bisa untuk memutuskanku. Dengan alasan klasik, yaitu gak bisa nemenin. Tiap Sabtu dan Minggu karena waktu itu Ibu sakit dan saya harus temani beliau… Dia marah dan bahkan mutusin, Ok sih terima aja dgn ikhlas. Dalam hati berdoa, semoga kelak dia akan menemukan pasangannya yang mau mengerti keadaannya dia sekarang.

Kira-kira seminggu setelah kejadian diputusin, dia mulai menghubungi, karena ketauan mengubah password Facebook (ternyata email Facebook akupun  dinamai dengan emailnya ) Jadi jika sy ngerubah pass-nya, dia akan tau, Shit,. Aku dihubungi dia ke kontrakannya, lalu aku dateng.  Dia bicara seakan aku adalah terdakwa yang bersalah sudah ngelebihi batas. 

Disaat itupun sudah minta maaf dan mengajak dia utk kembali, dia bersikeras untuk tidak, Akhirnya setelah dipikirkan kembali saya bicara sambil memegang tangannya ;
”ya sudah gapapa… jika kamu gak mau terima aku lagi gapapa, asalkan kamu memang bahagia jika gak ada aku” 
Asli, aku bener-bener udah pasrah saat itu… Mungkin memang ini jalan yg terbaik utk kita berdua…
Tapi, ternyata dia pun juga gak sanggup kalau gak ada aku, dia bilang aku belum tentu bisa bahagia tanpaku… Lho? malah jadi bingung, Sempet kesal, tapi ya sudah, Akhirnya kami kembali berhubungan lagi…

Setelah sekian lama, karier dia mulai menanjak naik, bahkan gajinya dia yg tadinya lebih kecil dari ku, sekarang sudah naik jauh melampaui ku, Saat ini keadaan berbalik… Aku ga punya pekerjaan, uang ada tapi entah untuk sampai kapan seandainya aku gak mencari pekerjaan…

Aku ceritain tentang masalahku, namun dia ga men-support, hanya memberi saran bagaimana baiknya, bahkan masih menyuruh utk mengurusi barang-baranngnya yg masih tertinggal di rumahnya yg lama… Tanpa memperdulikan keadaan. Saat ini cuti dan sudah berjalan 2 bulan, jadi bingung karena sampai saat ini aku belum juga menikah.

Post a Comment for "Cerita Pendek: Menghadapi Pacar Egois Sampe Kehilangan Pekerjaan"