-->

Motivasi diri: Cara Menghilangkan Rasa Bersalah Dan Penyesalan

Rasa penyesalan itu memang datangnya terlambat maka jangan terlalu murung mencari Cara Menghilangkan Rasa Bersalah
Rasa penyesalan itu memang datangnya terlambat, begitulah kebanyakan orang berkata. setiap dari diri kita tentu saja pernah merasakan rasa menyesal, banyak contohnya diantara kita hidupnya yang masih terbayang dan terpaku pada kenangan yang begitu manis dan sebaliknya rasa penyesalan di masa lalu. apakah salah kalau kita berharap semua masa lalu itu bisa dirubah?

Itu hal manusiawi, adanya rasa menyesal berarti diri kita menyadari bahwa yang dilakukan itu salah, jadi hikmahnya kita mendapatkan pelajaran berharga ketika rasa menyesal itu timbul, dan pelajaran positif lainnya yang bisa dipetik kita jadi sadar dan tahu sepenuhnya yang dilakukan di masa lalu itu benar-benar salah. Seseorang yang sukses bukan yang tidak pernah salah justru mungkin kebanyakan salahnya,Tetapi orang yang sukses yaitu dia yang pernah salah dan bisa belajar dari pengalaman.

Sebuah Penyesalan Punya Sisi Baik Jika Disikapi dengan Bijak

intinya hal utama yang perlu dilakukan jika kita menyesali masa lalu ya hanya bersyukur, allah pun menyampaikan melaui rasul, Dengan beryukur akan ditambah kan nikmat yang nanti akan kita dapatkan, bukan? begitu pun halnya jika diri kita menyesal. Bersukurlah, Mudah-mudahan Rasa nikmat yang ada dalam kehidupan ini bisa membuat diri kita punya jiwa yang lebih tenang dan akan semakin terus terasa nikmat yang dikasi tuhan.

Ingatlah Pelajaran dari Penyesalan yang Datang

Beberapa saat sebelum menulis artikel ini, saya sedang mempersiapkan diri menghadapi latihan ujian nasional (try out) Biologi yang akan saya hadapi di sekolah. Saya membuka kembali beberapa materi pelajaran yang dulu sudah pernah saya pelajari. Saya baca buku-buku saya satu demi satu, saya mempelajari kembali materi-materi yang sudah saya pelajari beberapa tahun yang lalu. Saya melihat ampun.. betapa banyak bahan belajar yang harus saya pelajari.

Lalu terbesit di benak saya, ohh seandainya sejak kelas X lalu saya sudah punya kebiasaan baik belajar sedikit demi sedikit. Saya yakin saya tidak akan serepot ini ketika hendak berlatih mengerjakan soal ujian jika dulu saya rutin belajar hari demi hari. Konsekuensi karena malas belajar sejak kelas X itu pun harus saya tanggung, menjelang ujian nasional yang akan datang bulan April nanti saya harus belajar keras agar bisa menggapai nilai memuaskan. Singkat kata, saya menyesal dengan masa lalu saya.

Awal Untuk Menjadi Diri yang Lebih Baik Dengan Menyadari Kesalahan

Sempat sedikit muncul perasaan sedih, dan menyesal, tapi itu tak berlangsung lama.. saya segera memetik pelajaran bahwa sebenarnya akan lebih baik kalau saya belajar secara teratur. See? Dibalik penyesalan ternyata ada hikmah yang bisa kita ambil. Sebuah pelajaran moral yang bisa sangat bermanfaat untuk kehidupan saya kedepannya. Siapa tahu karena penyesalan ini saya jadi makin termotivasi untuk belajar, dan suatu hari saya justru bisa kuliah/melanjutkan pendidikan setinggi mungkin bahkan sampai ke Eropa sana. 🙂 Who knows..?

Tahukah Anda, ternyata ada berita baik. Penyesalan ini tidak sepenuhnya datang terlambat, penyesalan ini terjadi di bulan februari. Sementara ujian nasional baru akan saya hadapi pertengahan April nanti. Saya masih punya waktu 2 bulan… Bayangkan 2 bulan, waktu yang sangat ideal jika hari demi hari saya pakai untuk belajar dengan giat.:)

Saya kembali teringat salah satu nasehat orang, bahwa tidak ada kata terlambat dalam kehidupan ini. Selagi nafas kita masih berhembus, kita masih punya waktu untuk berubah jadi lebih baik. Bahkan Pak Mario Teguh pernah berkata “sekalipun waktu hidup kita tinggal setengah detik, asal kita masih sempat mengucap nama “Tuhan” hidup kita belumlah terlambat”.

Masih Ada Waktu Untuk Menjadi Lebih Baik
Tak usah terlalu merisaukan kenapa penyesalan datang terlambat, yang penting sekarang adalah maukah kita menjadi lebih baik dari yang dulu? Setahu saya, Tuhan itu nggak tegaan lho… masa sih hambanya yang sudah begitu sedih, bahkan bercucur air mata… tetap dibiarkan-Nya jatuh dalam kesedihan mendalam?
Minta maaflah ke Tuhan, mohon petunjuk dari-Nya. Tuhan yang Maha Baik pasti memberi solusi dan jalan.

SELANJUTNYA APA?

Selanjutnya adalah PATUH kepada petunjuk yang diberi oleh Tuhan itu. Mungkin petunjuknya tidak secara gamblang langsung tampak, tetapi biasanya dihaturkan lewat tangan-tangan orang lain, seperti lewat ucapan orang tua, nasehat dari motivator, atau sekedar kejadian kecil dalam kehidupan kita.

Maka dari itu… Jangan Pernah mencemooh nasihat baik

Kalau hidup kita belum baik, tak usahlah kita mencemooh dan mencerca orang lain yang barangkali lebih baik dari kita. Apalagi orang baik itu rendah hati lho… masa sih kita yang mungkin belum baik sampai-sampainya merendahkan dan mencemooh orang lain?

Sekarang tak penting penyesalan terlambat atau tidak, yang penting respon kita atas penyesalan itu. Mau nggak kita hidup lebih baik? Mau nggak kita berubah? Kalau mau.. ya sudah laksankan.

Mulailah dengan mendengar nasehat baik, menerapkan nasehat tersebut lalu berusaha hidup sebaik-baiknya.
Yakin deh… dengan diri Anda. Saya yakin kita pasti bisa. Semangat!! 🙂
Salam super luar biasa, Agam Apandy

You may like these posts

  1. To insert a code use <i rel="pre">code_here</i>
  2. To insert a quote use <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. To insert a picture use <i rel="image">url_image_here</i>